Nasabah DBS yang Kaya Makin Aktif Dalam Kegiatan Trading


Bos DBS Group Holdings Ltd. mengatakan nasabah kaya makin lama aktif di dalam kegiatan trading setelah sempat mengalami penurunan akibat ketidakpastian pasar terhadap kuartal keempat th. lalu.

Piyush Gupta, CEO DBS Group, mengatakan "Orang-orang layaknya membeku [tidak melaksanakan investasi] karena aksi jual di pasar ekuitas akhir th. lalu," dikutip dari Bloomberg, Senin (18/2/2019).

DBS Group Holding Ltd. mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 10% jadi 1,32 miliar dolar Singapura atau senilai US$972 juta terhadap kuartal yang berakhir 31 Desember 2018.

Pendapatan dari unit bisnis wealth management mengalami penurunan terendah di dalam waktu dua th. di mana bank terbesar di Asian Tenggara ini mengalami pengaruh guncangan pasar layaknya yang dialami oleh perbankan raksasa lainnya yakni UBS Group AG and Credit Suisse Group AG.

"Biaya atau fee pengelolaan kekayaan di Asia cenderung mengikuti sentimen pasar dan kadang tidak teratur. Perbaikan suasana pasar kuartal pertama th. ini udah ulang mengimbuhkan pengaruh terhadap biaya," tambahnya.

Saham perusahaan mencatatkan kenaikan karena investor yang lumayan yakin diri bahwa DBS bakal tetap mendapat keuntungan dari pertumbuhan kredit dan tingkat bunga kredit tinggi walaupun ada potensi risiko dari perang dagang AS - China.

Faktor ini menunjang perusahaan untuk melalui era susah di akhir th. lalu.

Tahun ini, pipeline kredit DBS muncul lumayan baik, tak hanya itu Gupta terhitung mengatakan perkiraan suku bunga sedikit lebih berisiko th. ini tapi margin bunga bersih bakal senantiasa melebar apalagi setelah The Fed mengimbuhkan sinyal untuk menunda pengetatan moneter.

Menurut Gupta, perubahan kebijakan The Fed secara tiba-tiba bakal mengimbuhkan tantangan besar bagi bisnis perbankan.

Di tengah ketidakpastian pasar, operasi trading yang dilaksanakan oleh DBS mencatat kerugian sebelum akan pajak sebesar 54 juta dolar Singapura atau sebesar US$40 juta.

Menurut Gupta, realisasi terhadap kuartal kedua th. selanjutnya merupakan suasana tersebut merupakan yang terburuk sejak dia join di perusahaan satu dekade lalu.

Secara terpisah, Gupta mengatakan DBS waktu ini tengah melaksanakan diskusi berkenaan pembentukan kemitraan bisnis sekuritas bersama China dan mengharapkan sanggup di tandatangani kesepakatan kerja th. ini.

Dia mengatakan sistem penyusunan izin dan regulasi yang perlu diikuti merupakan sistem yang benar-benar panjang.

"Kami secara aktif tetap berkomunikasi bersama beragam pihak untuk menyatukan inspirasi perihal bisnis sekuritas ini," kata Gupta.

Dengan berfokus ada kawasan pusat ekonomi Greater Bay yang masih di dalam step pengembangan, perusahaan mengatakan bakal tetap menunjang ekspansi perusahaan China ke luar negeri.

0 Response to "Nasabah DBS yang Kaya Makin Aktif Dalam Kegiatan Trading"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel