Apa itu Asuransi Wakaf? Dan Apa Landasan Hukumnya?


Program asuransi wakaf menjadi suatu hal yang baru bagi industri jasa keuangan nasional.

Produk asuransi ini berbentuk polis asuransi syariah yang mana nilai dan kegunaan asuransinya diwakafkan oleh tertanggung utama, bersama dengan sepengetahuan ahli waris.

Lantas, apa saja keputusan yang melatarbelakangi product ini?

Muhammaf Yusuf Helmy, Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), menjelaskan hadirnya program wakaf di asuransi syariah dimungkinkan bersama dengan Fatwa Majelos Ulama Indonsesia No.106/DSN-MUI/X/2016 mengenai Wakaf fungsi Asuransi dan fungsi Investasi terhadap Asuransi Jiwa Syariah.

Namun, tidak hanya itu. Jauh sebelumnya, kata Yusuf, ada fatwa lain yang udah diterbitkan MUI berkaitan wakaf. Ketentuan yang dimaksud adalah Fatwa MUI terhadap 11 Mei 2002 mengenai Wakaf Uang.

"Fatwa [106/2016] itu tidak berdiri sendiri, Ada fatwa wakaf uang, yang terlalu mungkin wakaf mampu diberikan didalam bentuk uang," ujarnya di sela-sela 'Bincang Santai Jelang Buka Puasa: Potensi Pemanfaatan Wakaf Asuransi bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional', Selasa (14/5/2018).


Selain itu, Yusuf menjelaskan wakaf termasuk diatur bersama dengan regulasi oleh pemerintah lewat Undang-undang No. 41/2004 mengenai Wakaf. Aturan itu diperjelas lewat Peraturan Pemerintah No. 42/2006 mengenai Pelaksanaan UU No. 41/2004.

Melalui ketentuan-ketentuan itu, jelasnya, wakaf dimungkinkan untuk diberikan secara berjangka. Yusuf menjelaskan, misalnya, wakaf tanah diberikan didalam jangka sementara 10 tahun saja.

Setelahnya, tanah selanjutnya mampu dikembalikan ke pemilik asal atau ahlo warisnya.

"Itu sesungguhnya udah umum berlangsung di penduduk perdesaaan. Wakaf yang berbatas sementara diakui UU," ungkap Yusuf, yang termasuk Corporate Director Karim Consulting Indonesia.

0 Response to "Apa itu Asuransi Wakaf? Dan Apa Landasan Hukumnya?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel